SANGGAU seputarkapuas.co.id,
Wakil Bupati Sanggau, Susana mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan Satgas Karhutla, masih ada sekitar 549,78 hektar ladang masyarakat yang belum selesai dibakar.
Ia mengingatkan, meskipun tradisi berladang dengan membakar masih dilakukan sebagian masyarakat, namun waktu pembakaran sangat berpengaruh terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan yang meluas.
“Tapi kalau membakar lahan sekarang, berpengaruh pada siklus. Kalau membakar di bulan September dan Oktober, angin sudah kuat. Bahaya juga karena akan berdampak akan meluas,” ujar Susana.
Ia menjelaskan, pada bulan September dan Oktober kecepatan angin cukup tinggi, sehingga api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut sangat berisiko menimbulkan karhutla yang dapat merugikan masyarakat luas, mengganggu kesehatan, dan merusak lingkungan.
“Berbagai solusi sudah kami rancang, untuk bagaimana caranya masyarakat tidak lagi membuka ladang dengan cara dibakar, salah satunya pengalakan untuk memaksimalkan sawah,”Kata Susana.
Dengan adanya kejadian tahun ini akibat perubahan cuaca yang ekstream, wabup susana berharap semua pihak bisa belajar bersama-sama memahami perubahan iklim, terutama musim kekeringan yang lebih panjang dari biasanya.
Laporan: Adi Noyan





Tinggalkan Balasan