SANGGAU seputarkapuas.co.id
Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau mencatat telah menyerap anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 1,5 miliar selama 28 hari masa kerja dalam status tanggap darurat bencana. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Satgas Bencana Karhutla Kabupaten Sanggau, Ir. Didit Ricardi.
Didit menjelaskan, penyerapan anggaran tersebut terbagi dalam dua tahap.
“Dengan rincian tahap I sebesar Rp 1,1 miliar diserap Rp 900 juta rupiah sisanya dikembalikan, kemudian tahap II sebesar Rp 633 juta rupiah dan belum dihitung lebih kurangnya,” ujar Didit.
Didit merinci, Dengan total serapan sekitar Rp 1,5 miliar tersebut, anggaran digunakan untuk mendukung operasional penanganan karhutla di lapangan, mulai dari patroli pencegahan, pemadaman, mobilisasi personel, logistik, hingga dukungan peralatan Satgas di wilayah rawan karhutla.
Didit menambahkan, dengan telah dilepasnya status tanggap darurat bencana Karhutla pertanggal hari ini, maka mekanisme penanganan selanjutnya tidak lagi bisa menggunakan anggaran BTT.
“Dengan lepasnya status tanggap darurat bencana pertanggal hari ini, berarti penanganan bencana karhutla tidak lagi bisa menggunakan anggaran BTT,” tegasnya.
Ia berharap, meskipun status tanggap darurat telah dicabut, upaya pencegahan tetap terus dilakukan oleh semua pihak, baik BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat, agar Sanggau tetap terkendali dari ancaman karhutla susulan.
Pemkab Sanggau sendiri mengapresiasi kinerja Satgas yang telah bekerja maksimal selama 28 hari, sehingga penyebaran hotspot dan kebakaran lahan dapat ditekan seminimal mungkin.
Laporan; Adi Noyan





Tinggalkan Balasan